Federasi Futsal Indonesia (FFI) menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi bagian integral dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pernyataan ini menanggapi wacana yang beredar di publik agar FFI menjadi independen, terlepas dari prestasi membanggakan futsal nasional yang dinilai mampu mandiri.
Ketua FFI Michael Victor Sianipar secara tegas menepis wacana pemisahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa posisi futsal secara global berada di bawah naungan FIFA, badan tertinggi sepak bola yang juga membawahi futsal. Oleh karena itu, struktur kelembagaan di dalam negeri wajib mengikuti kerangka federasi sepak bola.
“Kami di FFI memiliki pemahaman yang jelas dan tegas bahwa futsal adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sepakbola. Ini bukan hanya bicara kondisi di dalam negeri, tapi di seluruh dunia,” kata Michael dalam pernyataan resminya. Ia menekankan visi pengurusannya untuk memperkuat hubungan dengan PSSI demi kemajuan futsal Indonesia. “Kami mau Futsal Indonesia kokoh di tingkat dunia. Kuncinya, harus bisa selaras dan seirama dengan PSSI dan ekosistem sepakbola juga… Visi kepengurusan kami di FFI adalah terus memperkuat relasi tersebut dengan PSSI, karena kami mau Futsal Indonesia naik kelas.”
Michael menyatakan keselarasan pandangannya dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengenai pentingnya sinergi ini, terutama untuk mendukung pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028 yang memerlukan dukungan PSSI. Ia juga menggarisbawahi kesamaan sikap FFI dan PSSI yang akan terlihat dalam Kongres PSSI Juni 2025. FFI merupakan salah satu dari tiga asosiasi di bawah PSSI, bersama Asosiasi Sepakbola Wanita Indonesia dan Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI), yang memiliki hak suara dalam kongres tersebut.
Michael mengucapkan terima kasih atas dukungan nyata yang diterima FFI dari jajaran PSSI dalam dua tahun terakhir. “Pak Erick dan saya sudah berdiskusi dan bersepakat. Kita bicara jangka panjang, futsal Indonesia harus maju, sepakbola Indonesia juga maju. Fondasi dan fundamental futsal dan sepakbola sama dan ini berlaku di seluruh dunia,” ujar Michael. Ia menegaskan komitmen untuk semakin menguatkan hubungan tersebut di tahun 2026 mendatang. (*)






