Real Madrid dan UEFA Berdamai, Proyek Super League Resmi Bubar

KlikScore – Perselisihan panjang antara Real Madrid dan UEFA terkait proyek European Super League akhirnya mencapai titik temu dan berakhir damai. Proyek kompetisi ambisius yang sempat mengguncang tatanan sepak bola Eropa tersebut kini secara resmi dinyatakan bubar. Kepastian ini muncul setelah pihak Real Madrid merilis pernyataan resmi pada Rabu malam waktu Indonesia Barat yang mengonfirmasi adanya kesepakatan dengan otoritas sepak bola Eropa tersebut.

Dalam keterangan resminya, raksasa La Liga tersebut mengaku telah mencapai kesepakatan dengan UEFA guna mengakhiri sengketa hukum terkait Super League. Manajemen Real Madrid menyatakan bahwa UEFA, klub klub sepak bola Eropa, dan Real Madrid mencapai kesepakatan ini demi kebaikan dan kesejahteraan sepak bola klub di tingkat Eropa. Langkah ini diambil setelah melalui proses pembicaraan selama berbulan bulan yang dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi masa depan olahraga tersebut.

Kesepakatan prinsip tersebut menekankan pada beberapa poin utama, di antaranya adalah penghormatan terhadap prinsip prestasi olahraga dan penekanan pada keberlanjutan jangka panjang bagi klub klub peserta. Selain itu, terdapat komitmen untuk meningkatkan pengalaman penonton melalui penggunaan teknologi terbaru. Pihak klub menegaskan bahwa kesepakatan ini sekaligus berfungsi untuk menyelesaikan seluruh perselisihan hukum yang melibatkan mereka dalam proyek Liga Super Eropa setelah prinsip prinsip yang telah disepakati mulai diimplementasikan.

Pernyataan ini sekaligus menandai akhir dari perjalanan proyek Super League yang digagas oleh 12 klub raksasa Eropa pada tahun 2021. Pada awalnya, kompetisi ini didorong untuk menjadi tandingan bagi Liga Champions yang sudah ada. Ke-12 tim pendiri tersebut terdiri dari perwakilan tiga liga top, yakni Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid dari Spanyol. Kemudian ada Chelsea, Liverpool, Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Arsenal dari Inggris. Sementara dari Italia, proyek ini didukung oleh AC Milan, Inter Milan, dan Juventus.

Namun, sejak pertama kali diumumkan, proyek tersebut langsung menuai tantangan hebat dari komunitas sepak bola global. Selain dinilai dapat mematikan persaingan dalam sistem piramida sepak bola, ajang tersebut juga dianggap sebagai upaya pemilik klub besar untuk mendulang keuntungan finansial secara eksklusif. Kecaman datang dari berbagai penjuru, mulai dari suporter setia, pelatih, hingga para legenda klub yang merasa identitas sepak bola sedang terancam.

Gelombang penolakan tersebut membuat satu per satu klub pendiri memilih untuk mundur. Klub klub asal Inggris menjadi yang pertama menyatakan keluar, yang kemudian diikuti oleh mayoritas tim lainnya. Hingga beberapa waktu lalu, hanya tersisa tiga klub yang masih mencoba mempertahankan proyek tersebut, yaitu Juventus, Barcelona, dan Real Madrid. Namun, Juventus akhirnya memutuskan mundur pada tahun 2023, diikuti oleh Barcelona pada pekan lalu. Dengan kesepakatan resmi antara Real Madrid dan UEFA ini, maka polemik mengenai European Super League dipastikan telah benar benar berakhir. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *